Love Story
Awal Perkenalan (2019) – “Api kecil yang tiba-tiba tumbuh”
Semua berawal pada tahun 2019, dari perkenalan sederhana melalui seorang teman. Tak ada yang menyangka bahwa pertemuan biasa itu akan menumbuhkan rasa yang luar biasa. Perlahan, api asmara mulai tumbuh, tanpa paksaan dan tanpa rencana. Hanya dua hati yang saling menemukan kenyamanan satu sama lain pada waktu yang tepat.
Masa Proses (2019–2020) – “Sedang sama-sama berproses”
Hubungan berjalan seiring waktu, layaknya dua orang yang masih sama-sama belajar, saling memahami dan saling mendewasakan. Ada tawa, ada bahagia, namun seperti halnya proses bertumbuh, terkadang ada fase diam. Di akhir tahun 2020, keduanya sempat kehilangan kontak. Bukan karena rasa yang hilang, tapi karena hidup membawa mereka ke arah masing-masing untuk sejenak belajar berjalan sendiri.
Kembali Terhubung (2022) – “Takdir selalu menemukan jalannya”
Waktu berlalu, dan tanpa diduga, pada tahun 2022 komunikasi kembali terjalin. Tidak ada yang berubah, justru terasa lebih tenang dan dewasa. Seakan waktu jeda itu adalah ruang yang disiapkan semesta agar keduanya kembali dengan hati yang lebih siap. Pertemuan kedua ini bukan lagi tentang mencari kenyamanan, melainkan tentang memahami bahwa memang ada yang belum selesai.
Menjadi Lebih Serius (April 2025) – “Kami sepakat untuk melangkah”
Hingga pada April 2025, keduanya memutuskan dengan mantap untuk melangkah ke tahap yang lebih serius. Hari itu, lamaran menjadi bukti bahwa rasa yang pernah tumbuh tidak pernah benar-benar padam. Justru semakin menguat setelah melewati waktu, jarak, dan proses pendewasaan. Apa yang dulu hanya pertemuan sederhana kini berubah menjadi komitmen yang nyata.
Hari yang Dinanti (11 Desember 2025) – “Cinta yang akhirnya menemukan rumahnya”
Delapan bulan setelah lamaran, tepat pada tanggal 11 Desember 2025, keduanya berdiri bersama, lebih yakin dari sebelumnya. Hari itu bukan hanya tentang pernikahan, tapi tentang perjalanan panjang dua hati yang pernah hampir hilang, namun akhirnya bersatu kembali. Bukan kebetulan, melainkan takdir. Dan pada hari itu, keduanya mantap untuk menyatukan hidup dalam satu ikatan suci—menjadikan cinta ini bukan lagi sekadar cerita, melainkan rumah.